5 Tempat Wisata Bersejarah di Mojokerto
1. Candi Kesiman
Bangunan candi yang lain yang dapat Kamu dapatkan di Mojokerto ialah Candi Kesiman. Terdapat di Desa Kesiman, candi ini mempunyai legenda air suci atau Amerta yang diakui oleh penduduk dapat memberi kehidupan kekal. Candi yang dibuat diakhir masa Kerajaan Majapahit ini, juga sering jadikan tempat bersemedi atau lakukan ritual spesial tolak bala. Tempat Wisata di Mojokerto ini berada di lokasi Pegunungan Pacet hingga membuat hawa serta panorama disini masih tetap asri serta sejuk. Untuk ke arah ke tempat, Kamu mesti ikuti jalan desa, seputar 500 mtr. dari Jalan Raya Pacet-Gondang. Di sekitar candi yang berdiri pas di lereng bukit ini, ada bunga berwarna-warni yang meningkatkan kecantikan panorama seputar. Bila cuaca cerah, pengunjung akan disajikan panorama mengagumkan Gunung Sidiran, Gunung Wlirang, serta Gunung Welirang.
2. Candi Jolotundo
Banyak pengunjung yang tidak cuma hadir untuk lihat situs bersejarah ini, tetapi juga untuk rasakan air yang konon dipakai untuk mandi beberapa raja serta ratu jaman dahulu. Kompleks candi serta pemandian dikelilingi oleh pohon-pohon yang teduh hingga membuat nyaman wisatawan yang hadir.
Tempat Candi Jolotundo ada di lereng Gunung Penanggungan, persisnya di Desa Seloliman, Trawas. Dari Kecamatan Pungging, Kamu mesti lewat Desa Kesamen melalui jalan yang cukuplah mulus. Menurut narasi, candi ini dibuat oleh Raja Udayana dari Bali yang menikah dengan Putri Untuk Priya Dharma dalam rencana menyongsong kelahiran Prabu Airlangga, sang anak, di tahun 997 Masehi.
Di kompleks candi juga ada kolam pemandian yang dipakai sang raja serta ratu. Yang membuat istimewa, air di pemandian ini masih mengalir walau pada musim kemarau. Dengan 52 pancuran air yang jernih, konon tuturnya kualitas air di pemandian Jolotundo ialah yang terunggul di Jawa. Di seputar kompleks juga sudah dibuat beberapa pendopo serta gazebo untuk nikmati situasi pegunungan yang asri. Pengunjung cuma butuh membayar ticket masuk sebesar Rp6.000 per orang untuk berkunjung ke lokasi ini.
3. Candi Bajang Ratu
Tidak seperti candi umumnya, Candi Bajang Ratu di Mojokerto cuma mirip satu gapura. Berada di Desa Temon, Trowulan, candi ini diprediksikan dibuat seputar era ke-13 serta ke-14. Dari jalan Mojokerto-Jombang, Kamu dapat ambil mengarah timur seputar 200 mtr. sampai ke Dukuh Ngliguk. Dari sana, Kamu cukuplah ikuti jalan sejauh 3 km. Dulunya, Candi Bajang Ratu dibuat dalam rencana penghormatan pada Prabu Jayanegara dari Majapahit. Relief Sri Tanjung dibagian kaki gapura menuturkan asal-usul didirikannya candi Bajang Ratu. Ada pula narasi yang menuturkan jika candi ini adalah gerbang ke arah Keraton Majapahit yang tempatnya tidak jauh dari sana. Bangunan gapura beratap ini sejumlah besar terbuat dari batu bata merah, sedang sisi lantai tangganya terbuat dari batuan andesit. Untuk berkunjung ke situs bersejarah setinggi 16 mtr. ini, pengunjung cuma mesti membayar ticket parkir seharga Rp 2.000.
4. Candi Brahu
Bila dibanding dengan candi-candi lainnya di Mojokerto, dapat disebut Candi Brahu ialah yang sangat tua usianya. Bahkan juga, prasasti tembaga Alasantan yang diketemukan di samping barat candi menuturkan jika situs ini berumur lebih tua dari Kerajaan Majapahit. Terdapat di Desa Bejijong, Trowulan, pengunjung mesti melalui jalan berbentuk tanah ladang dari jalan Mojokerto-Jombang sejauh 2 km. Agar tidak tersesat, lebih baik menanyakan pada masyarakat yang Kamu jumpai di jalan.
Di tempat ini, pengunjung dapat temukan jejak-jejak dua kerajaan besar di Jawa, yaitu Majapahit serta Kahuripan. Candi Brahu disebut-sebut dibuat pada saat Kerajaan Kahuripan berdiri atas perintah raja Empu Sendok. Candi setinggi 27 mtr. ini mempunyai kombinasi corak pada agama Hindu serta Buddha. Asal-usul Candi Brahu konon datang dari satu bangunan suci bernama Wanaru atau Warahu.
Pengunjung yang hadir umumnya akan temukan sajen yang ditempatkan di pintu candi oleh masyarakat seputar. Mengenai bila terasa capek, pengunjung dapat beristirahat dibawah pohon-pohon teduh yang berada di seputar candi.
5. Candi Tikus
Masih tetap berstatus menjadi peninggalan Kerajaan Majapahit, Candi Tikus jadi tujuan wisata favorite setelah itu di Mojokerto. Sebelum digunakan menjadi obyek wisata, dulunya situs ini ialah tempat pemandian beberapa raja. Penduduk lokal juga memiliki pendapat jika candi ini ialah tempat pemujaan buat penganut agama Hindu. Di kompleks candi, Kamu akan temukan bangunan puing-puing mirip puncak Mahameru yang dikelilingi kolam. Diberi nama Candi Tikus sebab waktu dikerjakan proses penggalian, diketemukan tikus dalam jumlahnya yang banyak. Terdapat di Desa Temon, Kamu mesti melalui perempatan Trowulan, ikuti jalan sejauh kira-kira 3 km untuk sampai tempat tempat wisata ini.
Sebelum sampai, pengunjung akan melalui lokasi-lokasi wisata lainnya seperti Candi Bajang Ratu, Museum Trowulan, serta Kolam Segaran. Daya tarik utama Candi Tikus bukan sekedar pada bangunan candi, tetapi juga taman yang berada di seputar kompleks. Banyak pengunjung yang manfaatkan panorama hijau itu untuk berpiknik atau berfoto. Rumput-rumputnya diatur rapi, serta di seputar candi juga ada penjual makanan untuk bikin berlibur makin lengkap. Ticket Masuk: Gratis. Cost parkir sebesar Rp 2.000/motor.
